Jumat, 28 Desember 2012

tugas dan fungsi guru



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam proses pendidikan insan manusia merupakan unsur yang sangat diperlukan guna terselenggaranya pendidikan yang efektif dan efisien , kedua unsur tersebut adalah pendidik dan anak didik.
Anak didik dengan istilah peserta didik, dalam UU No 20 tahun 2003 menyatakan peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui  proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Begitu juga dengan pendidik yang disebut dengan guru atau dosen dalam UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualitas sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhusussanya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia, peran guru yang profesional punya andil dalam mewujudkannya. Dari pada itu guru guru mempunyai tugas dan fungsi yang dibebankan kepadanya, untuk menciptakan penddidkan yang lebih baik.

B.     Rumusan Masalah
Melihat latar belakang masalah diatas maka dalam makalah ini akan membahas yaitu:
1.      Apa pengertian tugas, fungsi dan guru ?
2.      Apa saja tugas dan fungsi guru profesional ?
3.      Dan apa peran guru dalam pembelajaran?


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Tugas, Fungsi Dan Guru
Untuk lebih mengenal lebih jauh tentang tugas dan fungsi guru, kita kenal dulu pengertian tugas, fungsi dan guru. tugas dalam kamus bahasa indonesia adalah pekerjaan yang tanggung jawab seseorang.[1] Sesuatu yang wajib dilakukan atau ditentukan untuk perintah agar melakukan sesuatu dalm jabatan tertentu. Fungsi dalam kamus bahasa indonesia adalah kegunaan suatu hal , pekerjaan yang dilakukan (jabatan yang dilaksanakan).[2]
Sedangkan guru adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya pendidikan, sejalan dengan itu ada juga yang menyatakan bahwa pendidik adalah orang yang membantu terhadap anak didik agar menjadi dewasa.
Menurut Rice dan Bishoprick (1971) guru profesional adalah guru yang mampu mengelola dirinya dalam melaksanakan tugas – tugas nya sehari – hari.profesinal guru oleh dari kedua ahli tersebut dipandang sebuah proses yang bergerak dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari ketidakmatangan menjadi matang, dari diarahkan oleh orang lain menjadi mengarahkan diri sendiri.[3]
Dalam UU no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualitas sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhusussanya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Sedangkan dalam UU Guru dan Dosen No. 14 tahun 2005 guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.[4]


B.     Tugas dan Fungsi guru profesional
Tugas, peran dan fungsi guru merupakan sesuatu kesatuan yang utuh. Hanya saja terkadang tugas dan fungsi disejajarkan sebagai penjabaran dari peran Menurut Undang Undang No. 20 Tahun 2003 dan Undang Undang No. 14 Tahun 2005 peran guru adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai dan pengevaluasi dari peserta didik.[5]
1.      Guru Sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu guru harus mempunyai standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggungjawab, wibawa, mandiri dan disiplin.
Guru harus memahami nilai-nilai, norma moral dan sosial, serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Guru juga harus bertanggung jawab terhadap tindakannya dalam proses pembelajaran di sekolah.
Sebagai pendidik guru harus berani mengambil keputusan secara mandiri berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi, serta bertindak sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungan.
2.      Guru Sebagai Pengajar
Di dalam tugasnya, guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi dan memahami materi standar yang dipelajari. Guru sebagai pengajar, harus terus mengikuti perkembangan teknologi, sehinga apa yang disampaikan kepada peserta didik merupakan hal-hal yang uptodate dan tidak ketinggalan jaman.
Perkembangan teknologi mengubah peran guru dari pengajar yang bertugas menyampaikan materi pembelajaran menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar. Hal itu dimungkinkan karena perkembangan teknologi menimbulkan banyak buku dengan harga relatif murah dan peserta didik dapat belajar melalui internet dengan tanpa batasan waktu dan ruang, belajar melalui televisi, radio dan surat kabar yang setiap saat hadir di hadapan kita.
Derasnya arus informasi, serta cepatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan telah memunculkan pertanyaan terhadap tugas guru sebagai pengajar. Masihkah guru diperlukan mengajar di depan kelas seorang diri, menginformasikan, menerangkan dan menjelaskan. Untuk itu guru harus senantiasa mengembangkan profesinya secara profesional, sehingga tugas dan peran guru sebagai pengajar masih tetap diperlukan sepanjang hayat.
3.      Guru Sebagai Pembimbing
Guru sebagai pembimbing dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya yang bertanggungjawab. Sebagai pembimbing, guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menggunakan petunjuk perjalanan serta menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
Sebagai pembimbing semua kegiatan yang dilakukan oleh guru harus berdasarkan kerjasama yang baik antara guru dengan peserta didik. Guru memiliki hak dan tanggungjawab dalam setiap perjalanan yang direncanakan dan dilaksanakannya.
4.       Guru Sebagai Pengarah
Guru adalah seorang pengarah bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua. Sebagai pengarah guru harus mampu mengarkan peserta didik dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi, mengarahkan peserta didik dalam mengambil suatu keputusan dan menemukan jati dirinya.
Guru juga dituntut untuk mengarahkan peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya, sehingga peserta didik dapat membangun karakter yang baik bagi dirinya dalam menghadapi kehidupan nyata di masyarakat.
5.       Guru Sebagai Pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih, yang bertugas melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar sesuai dengan potensi masing-masing peserta didik.
Pelatihan yang dilakukan, disamping harus memperhatikan kompetensi dasar dan materi standar, juga harus mampu memperhatikan perbedaan individual peserta didik dan lingkungannya. Untuk itu guru harus banyak tahu, meskipun tidak mencakup semua hal dan tidak setiap hal secara sempurna, karena hal itu tidaklah mungkin.
6.      Guru Sebagai Penilai
Penilaian atau evalusi merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variabel lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Tidak ada pembelajaran tanpa penilaian, karena penilaian merupakan proses menetapkan kualitas hasil belajar, atau proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran peserta didik.
Sebagai suatu proses, penilaian dilaksanakan dengan prinsip-prinsip dan dengan teknik yang sesuai, mungkin tes atau non tes. Teknik apapun yang dipilih, penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut.
Mengingat kompleksnya proses penilaian, maka guru perlu memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang memadai. Guru harus memahami teknik evaluasi, baik tes maupun non tes yang meliputi jenis masing-masing teknik, karakteristik, prosedur pengembangan, serta cara menentukan baik atau tidaknya ditinjau dari berbagai segi, validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaran soal.
Selain peran diatas, guru juga harus berusaha dalam pembelajaran dengan memberikan kemudahan belajar bagi peserta didik, agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Dalam hal ini, guru harus kretif, profesional dan menyenangkan dengan memposisikan diri sebagai berikut:[6]
1.      Orang tua yang penuh kasih sayang pada peserta didiknya.
2.      Teman, tempat mengadu, dan mengutarakan perasaan bagi para peserta didik.
3.      Fasilitator yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani peserta didik sesuai minat, kemampuan, dan bakatnya.
4.      Memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan mencarikan saran pemecahannya.
5.      Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab.
6.      Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antarpeserta didik, orang tua, dan lingkungannya.
7.      Mengembangkan kreatifitas.
Mari kita perhatikan tabel dibawah ini supaya  kita lebih mengetahui tugas dan fungsi guru, yang dikeluarkan oleh ditjen dikti P2TK, 2004.[7]
No
Tugas
Fungsi
Uraian tugas
1.
I. Mendidik, Mengajar,   Membimbing dan Melatih

1. Sebagai Pendidik
1.1 Mengembangkan Potensi/       Kemampuan Dasar Peserta Didik.
1.2 Mengembangkan Kepribadian Peserta Didik.
1.3 Memberikan Keteladanan.
1.4 Menciptakan Suasana Pendidikan yang Kondusif.
2. Sebagai Pengajar
2.1 Merencanakan Pembelajaran
2.2 Melaksanakan Pembelajaran yang Mendidik
2.3 Menilai Proses dan Hasil Pembelajaran
3. Sebagai Pembimbing
3.1 Mendorong Berkembangnya Perilaku Positif dalam Pembelajaran
3.2 Membimbing Peserta didik Memecahkan Asalah dalam Pembelajaran
4. Sebagai Pelatih
4.1 Melatih Keterampilan- Keterampilan yang diperlukan dalam Pelajaran
4.2 Membiasakan Peserta Didik Berperilaku Positif dalam Pembelajaran
II.
2 membantu pengelolaan dan pengembangan program sekolah.
5. Sebagai Pengembang program
5.1 membantu Mengembangkan pendidikan sekolah dan hubungan kerjasama intra sekolah


6. Sebagai pengelola program
6.1 membantu Mengembangkan pendidikan sekolah dan hubungan kerjasama antar sekolah dan masyarakat.
III.
Mengembangkan keprofesionalan
7. Sebagai tenaga profesional
7.1Melakukan upaya upaya untuk meningkatkan kemam[puann profesional

C.    Peran Guru Profesional Dalam Pembelajaran
Guru harus mampu memaknai pembelajaran , serta menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik. Untuk kepentingan. tersebut, dengan memperhatikan kajian Pullias dan Young (1988), manan (1990), serta Yelon dan Weinstein (1997), dapat diedenfikasikan sedikitnya ada 19 peran guru dalam pembelajaran:[8]
1.      Guru sebagai pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.
2.      Guru sebagai pengajar
Guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi, dan memahami materi.
3.      Guru sebagai pembimbing
Guru Harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak di capai.
4.      Guru sebagai pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.
Dll. Husen (1995) memaparkan peran guru berbagai aspek , yaitu sebagai pendidik, mengajar, fasilitator, pembimbing, pelayan, perancang, dll. Uraian tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tugas
Tugas pokok
Pendidik
·         Mengembangkan kepribadian
·         Membina budi pekerti
Pengajar
·         Menyampaikan ilmu pengetahuan
·         Melatih keterampilan, memberikan petunjuk
·         Merancang pengajaran
·         Melaksanakan pembelajaran
·         Menilai aktivitas pembelajaran 
Fasilitator
·         Memotivasi siswa – siswi
·         Membantu siswa – siswi
·         Membimbing siswa – siswi dalam proses pembelajaran
·         Menggunakan strategi dan metode pembelajaran yang sesuai
·         Menggunakan pertanyaan yang merangsang siswa untuk belajar
·         Menyediakan bahan pengajaran

Prmbimbing
·         Mencarui kekuatan dan kelemahan siswa siswi
·         Memberikan latihan
·         Mengenali individu siswa
Pelayan
·         Memberikan pelayanan pembelajaran yang nyaman dan aman sesuai dengan perbedaan individual siswa-siswi
Perancang
·         Menyusun program pengajaran dan pembelajaran
·         Menentukan strategi dan metode pembelajaran



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
guru profesional adalah guru yang mampu mengelola dirinya dalam melaksanakan tugas – tugas nya sehari – hari . guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Menurut Undang Undang No. 20 Tahun 2003 dan Undang Undang No. 14 Tahun 2005 peran guru adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai dan pengevaluasi dari peserta didik.
B.     Saran
        Dalam pembuatan makalah ini banyak sekali kesalahan baik itu dari segi isi maupun tulisan.mohon pembaca dapat memberikan saran atau kritik. Supaya dikemudian hari akan lebih baik. Amin.


DAFTAR PUSTAKA


Bafadal, Ibrahim. 2003, Peningkatan Profesional Guru SD, Jakarta: Bumi Aksara
Mulyasa. 2007, Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sadulloh, Uyoh.Dkk. 2006, Pedagogik,  Bandung: Upi Press
Yasyin, Sulchan. 1997, Kamus Bahasa Indonesia(KBI – Saku), Surabaya: Amanah



[1] Sulchan Yasyin. 1997, Kamus Bahasa Indonesia(KBI – Saku), Surabaya: Amanah. Hal 358
[2] Ibid hal 145
[3] Dr. Ibrahim Bafadal. 2003, Peningkatan Profesional Guru SD, Jakarta: Bumi Aksara. Hal 5.
[4] Sadulloh, Uyoh.Dkk. 2006, Pedagogik,  Bandung: Upi Press. Hal 125
[5] Mulyasa. 2007, Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hal 197- 198
[6] ibid. Hal 36
[8] Mulyasa. 2007, Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hal 37 - 42

1 komentar: